Kamis, 19 Maret 2009

50 tahun emas SMAN 2 Kediri

50 tahun sudah SMAN 2 KEDIRI menapakkan jejaknya di bumi kediri, dimulai dari sejarahnya. SMA Negeri 2 Kediri bermula dari sekolah filiaal SMA Negeri di Kediri terhitung 1 Maret 1950. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 3141/B tanggal 4 Mei 1950, yang pada pasal pertamanya memutuskan membuka filiaal dari Sekolah Menengah Umum Bagian Atas (SMA) Negeri di Kota Kediri terdiri atas kelas-kelas tingkatan 1, 2,dan 3.
Baru pada tahun 1959, tepatnya per 1 Agustus 1959, SMA Negeri 2 menjadi sekolah tersendiri dengan nama SMA Negeri II/AC yang merupakan hasil pemecahan SMA Negeri di Kediri. Selama ini SMA Negeri 2 Kediri telah dipimpin sebelas orang Kepala Sekolah, berawal dari RM. IK Soetiksno, SH yang menjabat kepala sekolah sejak tahun 1963-1973, hingga yang kesebelas adalah Dra. Hj. Herlinarti, MM. Dari awal berdirinya saja, SMA Negeri 2 Kediri merupakan sekolah yang patut diperhitungkan. Hal ini dibuktikan dengan tidak semua siswa yang bisa melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 2 Kediri kecuali mereka isa memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, kemudian di lain sisi RM. IK. Soetiksno, S.H. sebagai Kepala Sekolah pun mampu menujukkan bahwa SMA Negeri 2 Kediri merupakan sekolah yang masyhur karena merupakan sekolah yang dipimpin oleh seorang keturunan kerajaan. Dimana pada tahun-tahun tersebut seorang Raden Mas merupakan gelar yang sangat dihormati di kalangan masyarakat.
50 tahun bukanlah umur yang pendek dalam pencapaian program belajar di SMA, oleh karena itu ada pepatah, "padi semakin tua semakin merunduk" janganlah kita sebagai murid di SMA ini bersombong diri, tetapi malah kita harus terus memupuk prestasi untuk dipersembahkan kepada sekolah kita. VIVAT SMADA!!!

Rabu, 18 Maret 2009

ACAPELA PRADA

PRADA (pramuka smada) adalah organisasi yang berdiri tidak di bawah naungan dari OSIS SMAN 2 Kediri. Prada seringkali mengadakan berbagai macam acara yang bertujuan untuk menambah wawasan akan kepramukaan dan pengelolaan organisasi dikarenakan tujuan dari semua ini agar para siswa yang bergabung dengan prada dapat bekerjasama. Salah satu kegiatan itu adalah ACAPELA, acara yang ditujukan kepada para siswa SMP sekaresidenan Kediri. Acara ini bertujuan sebagai pengasah ilmu kepramukaan dari para siswa SMP selain sebagai ajang perkenalan SMAN 2 Kediri kepada para murid SMP. Acara ini dibuat sedemikian rupa selama selang waktu 3 hari. Para peserta diberikan ketentuan untuk menginap dengan membuat tenda di lapangan sepak bola SMAN 2 Kediri. Acapkali ACAPELA diiringi dengan rintik hujan, akan tetapi hal ini tidak membuat semangat para peserta patah. Untuk mempersiapkan acara yang lumayan besar ini dikarenakan harus mengatur sekitar 200 orang dibutuhkan persiapan yang matang dan kerja yang profesiaonal dari para panitia pelaksana. Banyak hal-hal seru dan menyenangkan dari kegiatan ini, semisal mengikuti semacam tes yang sudah dibuat rute perjalanannya. Para peserta diwajibkan untuk mengikutinya, seperti tes LBB, cari jejak, dan halang rintang. Kesemuanya ditujukan untuk melatih softskill dari peserta dan dari panitia sendiri yang kesemuanya adalah aktifis prada kelas 1 dan 2.

Selasa, 17 Maret 2009

Paskibra, penegak disiplin dan cinta tanah air


Kegiatan Paskibra merupakan salah satu kegiatan extrakulikuler yang sudah mempunyai keorganisasian dan diakui oleh segenap kalangan di SMAN 2 Kediri. Para kader/siswa yang mengikuti paskibra diberikan gemblengan mengenai rasa disiplin, rasa peduli dan yang terpenting rasa cinta akan tanah air kita, INDONESIA, yang semakin dianggap remeh oleh para kawula muda masa kini. Metode pendidikan/pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan keadaan siswa SMA. Kegiatan luar kelas ini memberikan soft skill berupa kemampuan memimpin (leadership), berkreasi, inofatif, dan berpikir cepat. Berbagai gelar telah dipersembahkan oleh Paskibra SMAN 2 Kediri, dari mulai tingkat keresidenan Kediri dalam lomba LBB sampai tingkat nasional dalam pengiriman paskibra nasional. Para kader diajak untuk selalu mempersembahkan yang terbaik untuk dirinya, orang lain dan almamaternya. Organisasi ini telah berdiri sejak tahun 1999 dan sampai sekarang tetap eksis. Paskibra smada mempunyai kegiatan-kegiatan yang berguna bagi para kadernya, mulai dari seleksi untuk pengiriman duta ke paski kota, propinsi dan nasional. Terdapat acara diklatdas sebagai kawah candradimuka bagi para siswa baru kelas X.

Extrakulikuler SMAN 2 Kediri

Kegiatan pembelajaran di sekolah tidak hanya melalui kegiatan di dalam kelas melalui pengajaran dari bapak/ibu guru, namun juga dari luar (ekstrakulikuler). Ekstrakulikuler digunakan untuk melatih softskill dari para siswa, seperti jiwa kepemimpinan, keberanian, kreatifitas, dll. Kemampuan seperti ini harus diasah agar terampil dikarenakan untuk dunia kerja, praktek lebih diutamakan daripada teori. Oleh karena itu kemampuan seperti ini sangat besar manfaatnya. Di SMAN 2 Kediri terdapat berbagai macam kegiatan extrakulikuler, seperti
  1. Paskibra, dikenal dengan sebutan PASKIBRA SMADA yang telah resmi berdiri semenjak tahun 1999 dan tetap eksis sampai sekarang
  2. Pramuka, biasa disebut PRADA yang merupakan organisasi di luar OSIS yang berdiri sendiri
  3. Olahraga, seperti basket, bola volley, badminton, dan yang terbaru yaitu futsal yang kesemuanya sudah memberikan kontribusi yang besar bagi SMAN 2 KEDIRI
  4. Kesenian, hal ini tidak luput dari perhatian karena seni merupakan kegiatan olah jiwa yang setiap orang tentu memilikinya. Untuk seni rupa terdapat ekspa, untuk seni dance terdapat extreem (modern dance) dan ekstrit (tradisional dance) dan untuk seni musik terdapat paduan suara smada (passus) dan band yang kesemuanya telah memberikan andil dalam mengharumkan nama SMAN 2 Kediri
  5. Ta'mir Masjid, merupakan suatu kegiatan extra kulikuler yang sudah berbentuk organisasi independen
  6. Sains club, yang telah mencetak penghargaan seperti
  • Juara 1 Lomba LKTI HMS-IESP-FE Universitas Muhammadiyah.

  • Juara 3 Lomba Mengarang Hortikultura Universitas Brawijaya.

  • Juara 1 Olimpiade Fisika ITS
  • Juara 1 Menejemen Goes To School FE Universitas Airlangga.

  • Juara 2 Quis Fisika Universitas Airlangga.
  • Juara 3 Olimpiade Kimia tingkat Kimia se Jawa Timur

data 2oo6

Kegiatan extrakulikuler ini berdiri sendiri dengan bentuk semacam organisasi/perkumpulan tapi tetap dengan pengawasan dari bapak/ibu guru pembimbing agar selalu terarah

Pengembangan TIK di SMAN 2 Kediri

Untuk memenuhi target sekolah bertaraf internasional,
guru juga diharuskan untuk dapat menguasai berbagai teknologi masa kini sebagai media pembelajaran. Sebagai contoh guru menggunakan media power pint untuk menampilkan slide materi pelajaran kepada para siswa ketika di ruang multimedia dengan OHP. Untuk menunjang hal tersebut SMAN 2 membangun ruan
g TRRC (teaching reference and research center) khusus untuk bapak/ibu guru yang didalamnya terdapat komputer dengan akses internet 24 jam. Ruang TRRC ini satu-satunya yang ada di kota kediri
Para tenaga pendidik diharapkan dapat menguasai penggunaan komputer sepenuhnya.
Layanan Hot-Spot (wireless network internet acces) yang tersebar sebanyak 3 titik (gedung induk, multimedia room, TRRC) disiapkan untuk para siswa dalam mencari artikel-artikel melalui internet ataupun untuk mengunduh berbagai macam kebutuhan akan pendidikan mereka, seperti kisi-kisi soal UNAS, SNMPTN.
Fungsi akan keberadaan Hot-Spot ini makin menjadi kala masa-masa pencarian Perguruan Tinggi sudah dimulai, ini dikarenakan rata-rata PT favorit menggunakan alur regristrasi secara on-line, seperti UI yang menggunakan web penerimaan.ui.ac.id, ataupun ITB yang menggunakan itb.ac.id/usm dan masih banyak lagi. Jangkauan Hot-Spot yang sampai ke kelas membuat hal semacam ini dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus membawa laptop ke transmitternya, cukup duduk di kelas dan nyalakan koneksinya.
Pengiriman duta AFS dari SMAN 2 Kediri ke Amerika Serikat, Dita Liliansa, Aditya Purnama, Sugeng merupakan salah satu penggunaan informasi yang berasal dari internet, dalam hal ini internet berfungsi sebagai mediator dalam pencarian beasiswa para murid tersebut







Pembelajaran TIK di SMAN 2 KEDIRI

Pembelajaran TIK dimulai dari kelas 1 sampai kelas 3, bertempat di Lab komputer yang berada di gedung induk lantai 1. Terdapat 2 lab komputer yang sama-sama berfungsi dengan baik. Kurikulum pembelajaran TIK untuk kelas 1, 2, dan 3 terdapat perbedaan, dimana materi yang diajarkan oleh tingkat di bawahnya di samakan dengan tingkat di atasnya. Sebagai contoh pembuatan desain web dengan software macromedia dreamweaver baru diajarkan kepada kelas 3, namun kelas 2 juga telah mendapatkan pelajaran serupa. Hal ini berbeda waktu saya kelas 2, diajarkan tentang powerpoint dan database. Hal ini untuk membuat tingkat ilmu yang diperoleh semakin berkembang dengan pesat. Bagaimanapun juga SMAN 2 Kediri tengah berkembang menuju ke standar internasional. Maka dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Fungsi TIK Sebagai Sarana Pembelajaran di SMAN 2 Kediri

TIK di SMA 2 Kediri sudah diberikan sejak siswa duduk di kelas X sampai siswa lulus. Materi TIK yang semula dianggap sebagai mata pelajaran pelengkap rupanya sangat cepat dalam mengalami perubahan dalam hal 'fungsi', dan hal ini berkembang ke arah yang sangat positif. Dan sudah terbukti dengan suatu kebutuhan yang mendasar akan pendidikan masa depan melalui internet dan TIK merupakan jembatan antara kebutuhan tersebut dan pemenuhannya.


Contoh dari pemanfaatan TIK di SMA 2 Kediri adalah Kelas Internasional (biasa disebut SBI) dan kelas reguler menerapkan penggunaan internet dalam pencarian suatu materi pendidikan. Para guru di SMA 2 Kediri memberikan tugas kepada siswa yang bahan tugas tersebut terdapat di internet dan juga pengumpulan tugas tersebut melalui e-mail yang dialamatkan ke guru pemberi tugas, baik itu mata pelajaran fisika, biologi, dsb. Hal ini untuk membuat para pelajar terus menambah ilmu dan wawasannya tidak hanya melalui buku tetapi juga dari dunia maya, ini juga salah satu cara agar media TIK dimanfaatkan untuk hal yang positif dan berguna bagi masa depannya karena zaman yang terus berkembang menuntut orang-orang di dalamnya untuk terus berkembang pula.